10Ayat Alkitab Tentang Rentenir yang Mengambil Bunga Riba. Namun, Alkitab sendiri memberikan beberapa hukum rentenir menurut agama Kristen. Padamu orang menerima suap untuk mencurahkan darah, engkau memungut bunga uang atau mengambil riba dan merugikan sesamamu dengan pemerasan, tetapi Aku kaulupakan, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Sumber / 15 June 2020 Lori Official Writer Investasi sudah jadi kata yang lazim buat kita. Salah satu bayangan tentang investasi adalah menaruh atau menanam sejumlah uang ke sebuah akun untuk ditabung atau dikelola demi tujuan mendapatkan untung atau definisi berinvestasi ternyata bahkan jauh lebih luas dari itu kalau kita mempelajarinya dari Alkitab. Di dalam Alkitab, kata investasi selalu berkaitan dengan sistem Kerajaan Allah. Kalau orang dunia mengaitkannya hanya untuk mencari laba atau menggandakan uang atau kekayaan, maka investasi menurut Alkitab harus selalu bertujuan untuk Kerajaan artinya? Berinvestasi untuk Kerajaan Allah berarti kita sebagai pengelola yang dipercayakan Allah bisa mempergunakan uang kita dengan murah hati, gak hanya selalu dilakukan dengan uang tapi juga dengan bermurah hati dengan uang yang kita punya bisa juga berarti kita mendukung gereja lokal dan membantu setiap kebutuhan mereka serta menolong orang dipikir-pikir berinvestasi dalam pengertian dunia dengan pengertian Alkitab sama sekali berbeda. Bukannya kita melipatgandakan kekayaan seperti yang dilakukan orang dunia lewat menanam sejumlah uang, tapi kita malah harus mengeluarkan uang sebagai investasi bagi kerajaan Allah. Investasi di sini bukan tentang mengumpulkan kekayaan demi keuntungan finansial. Tapi kita dipanggil untuk menjadi penatalayan yang baik dari sumber daya yang kita kumpulkan dan menginvestasikan uang kita untuk kebutuhan kita dan untuk sesuatu yang bersifat 15 ayat Alkitab yang bisa mengajarkan kita tentang berinvestasi yang tepat yaitu1. Amsal 3 9-10Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah Amsal 6 6-8Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu Amsal 13 11Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi Amsal 21 20Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal Amsal 21 5Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami Amsal 28 20Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari Amsal 30 24-25Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas...8. Kejadian 41 34-36Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan Pengkhotbah 11 2Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas Pengkhotbah 11 6Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik. 11. 1 Korintus 16 2Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing-sesuai dengan apa yang kamu peroleh-menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku Matius 25 14-15Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia Kolose 3 17Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa 1 Timotius 6 17-19Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang Maleakhi 3 10Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai kamu siap berinvestasi? Yuk belajar lebih banyak bagaimana cara berinvestasi yang tepat lewat acara Solusi Talks Mengatasi Utang & Menemukan Penghasilan Tambahan di Masa Pandemi’. Untuk bergabung bisa langsung daftar melalui link DI SINI. Sumber Halaman 1
Pertama وَلَا تَلۡبِسُوا الۡحَـقَّ بِالۡبَاطِلِ وَتَكۡتُمُوا الۡحَـقَّ وَاَنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ "Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya" (QS Al-Baqarah: 42).
LENGKONG, - - Uang sering dijadikan alat ukur utama penjamin seseorang merasa bahagia akan kesempurnaan rezeki yang Allah berikan. Demi kesenangan duniawi uang haram pun menjadi pilihan. Padahal tanpa uang haram seseorang dapat memperoleh uang dengan bekerja. Adapun Allah SWT sangat mengutuk perilaku manusia yang memperoleh uang haram. Baca Juga Ngeri! Konsumsi Uang Haram dengan Sengaja, Akan Berdampak Seperti Ini Dalam Al-quran berulang kali Allah memberikan penegasan bahwa rezeki yang halal adalah rezeki yang baik, begitupun sebaliknya. Allah melarang kita mendekati perilaku tercela untuk mendapatkan rezeki. Bukan tanpa alasan, mengutip dari berikut ini dampak uang haram yang disampaikan Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib Baca Juga Dampak dan Bahaya Nafkahi Keluarga dengan Uang Haram, Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah 1. Akan Gelap Hatinya “Wahai Ali, barang siapa yang memakan makanan syubhat, maka agamanya akan syubhat dan hatinya akan menjadi gelap. Dan barang siapa yang makan makanan haram maka akan mati hatinya, ringan agamanya menyepelekan agama, lemah keyakinannya, doanya akan terhalang, dan sedikit ibadahnya.” Maksud dari ayat diatas yaitu, seseorang yang memakan makanan dan minuman dari uang syubhat akan memiliki jiwa sekeras batu yang tidak bisa menerima nasihat dari orang lain. 2. Membuat Allah Murka “Wahai Ali, Jika Allah marah kepada seseorang maka Allah akan memberinya rezeki yang haram. Dan ketika Allah semakin marah kepada seseorang hamba maka Allah akan mewakilkan kepada setan untuk menambah rezekinya dan menemaninya, menyibukkannya dengan dunia serta melupakan agama. Memudahkan urusan dunianya dan setan berkata Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” Terkini Alkitab Ayat: 3 Agu 2022 | Home | Alkitab | Biblika | Alat-alat | Download | | PetaSitus | Versi Alkitab: Alkitab Terjemahan Baru: Alkitab Kabar Baik (BIS) Firman Allah Yang Hidup: Perjanjian Baru WBTC [draft] Uang haram mendatangkan kesedihan kepada seluruh keluarga, tetapi membenci uang suap mendatangkan kebahagiaan. - Pinjam-meminjam harta atau utang-piutang merupakan salah satu jenis muamalah yang kerap dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Islam mengatur perkara utang-piutang ini dengan rinci, baik itu melalui nas Al-Quran maupun hadis. Berikut ini cuplikan ayat Al-Quran tentang utang-piutang, kewajiban transaksi, serta dosa tak definitif, utang-piutang adalah menyerahkan harta atau suatu benda kepada seseorang yang harus dikembalikan di masa mendatang. Ketika harta-benda itu dikembalikan, kondisinya harus dalam keadaan tetap dan tidak misal, seseorang berutang sejumlah maka di masa mendatang atau jangka waktu yang disepakati, uang tersebut harus dikembalikan dengan jumlah yang yang berutang biasanya sedang terdesak atau membutuhkan. Karena itu, memberikan utang atau menyedekahkannya dinilai sebagai perbuatan baik karena menolong orang yang sisi lain, utang sendiri termasuk tanggung jawab yang besar. Orang yang berutang wajib melunasi utang tersebut, sekecil apa pun nilainya. Utang yang tak dilunasi akan tercatat sebagai dosa dan menjadi penghalang masuk itu tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW "Barangsiapa ruhnya berpisah dari jasad sedangkan ia terbebas dari tiga perkara ini, ia pasti akan masuk surga. Ketiga hal tersebut adalah terbebas dari sombong, khianat, dan utang," Ibnu Majah.Rukun Utang-Piutang dan Pinjaman Harta Terdapat tiga rukun dalam melaksanakan utang-piutang yang harus diperhatikan. Ketiga rukun itu adalah sebagai berikut. Ada yang berutang dan yang mengutangi. Ada harta atau benda yang akan diutangi. Melafalkan akad utang. Lafal akad utang tak harus diucapkan. Seseorang cukup berniat bahwa ia akan berutang sejumlah uang dan yang berpiutang akan meminjami sesuai yang ingin dilafalkan, contoh ucapan atau kalimat kesepakatan saat berutang adalah sebagai berikut “Saya utangi uang sejumlah sekian kepada Anda.” Kemudian, yang berutang menjawab “Ya, saya berutang uang sejumlah sekian selama beberapa hari [disebutkan berapa lama], atau jika sudah ada uang untuk mengembalikan akan saya lunasi.”Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 280, terdapat anjuran untuk memberikan kelonggaran waktu kepada orang yang berutang jika tak memiliki harta untuk melunasinya. Mengikhlaskan utang apabila orang tersebut benar-benar tidak mampu dinilai sebagai kebaikan dan Al-Quran tentang Utang-Piutang Ayat Al-Quran yang dibahas di sini adalah surah Al-Baqarah ayat 280-283 tentang utang-piutang, mulai dari anjuran mencatat, pemberian jaminan, hingga keutamaan mengikhlaskan ini bacaan surah Al-Baqarah ayat 280-283 dalam bahasa Arab, Latin, terjemahannya, serta tafsir singkat mengenai empat ayat كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَBacaan latinnya "Wa ing kāna żụ 'usratin fa naẓiratun ilā maisarah, wa an taṣaddaqụ khairul lakum ing kuntum ta'lamụn"Artinya “Dan jika orang yang berutang itu dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan sebagian atau semua utang itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui,” QS. Al Baqarah [2] 280.وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ Bacaan latinnya "Wattaqụ yauman turja'ụna fīhi ilallāh, ṡumma tuwaffā kullu nafsim mā kasabat wa hum lā yuẓlamụn"Artinya "Dan peliharalah dirimu dari azab yang terjadi pada hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya dirugikan," QS. Al Baqarah [2] 280.يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَٱكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌۢ بِٱلْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَن يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ ٱللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ ٱلَّذِى عَلَيْهِ ٱلْحَقُّ وَلْيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْـًٔا ۚ فَإِن كَانَ ٱلَّذِى عَلَيْهِ ٱلْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُۥ بِٱلْعَدْلِ ۚ وَٱسْتَشْهِدُوا۟ شَهِيدَيْنِ مِن رِّجَالِكُمْ ۖ فَإِن لَّمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَٱمْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ ٱلشُّهَدَآءِ أَن تَضِلَّ إِحْدَىٰهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَىٰهُمَا ٱلْأُخْرَىٰ ۚ وَلَا يَأْبَ ٱلشُّهَدَآءُ إِذَا مَا دُعُوا۟ ۚ وَلَا تَسْـَٔمُوٓا۟ أَن تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَىٰٓ أَجَلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِندَ ٱللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَٰدَةِ وَأَدْنَىٰٓ أَلَّا تَرْتَابُوٓا۟ ۖ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا ۗ وَأَشْهِدُوٓا۟ إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا يُضَآرَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِن تَفْعَلُوا۟ فَإِنَّهُۥ فُسُوقٌۢ بِكُمْ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱللَّهُ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ Bacaan latinnya "Yā ayyuhallażīna āmanū iżā tadāyantum bidainin ilā ajalim musamman faktubụh, walyaktub bainakum kātibum bil-'adli wa lā ya`ba kātibun ay yaktuba kamā 'allamahullāhu falyaktub, walyumlilillażī 'alaihil-ḥaqqu walyattaqillāha rabbahụ wa lā yabkhas min-hu syai`ā, fa ing kānallażī 'alaihil-ḥaqqu safīhan au ḍa'īfan au lā yastaṭī'u ay yumilla huwa falyumlil waliyyuhụ bil-'adl, wastasy-hidụ syahīdaini mir rijālikum, fa il lam yakụnā rajulaini fa rajuluw wamra`atāni mim man tarḍauna minasy-syuhadā`i an taḍilla iḥdāhumā fa tużakkira iḥdāhumal-ukhrā, wa lā ya`basy-syuhadā`u iżā mā du'ụ, wa lā tas`amū an taktubụhu ṣagīran au kabīran ilā ajalih, żālikum aqsaṭu 'indallāhi wa aqwamu lisy-syahādati wa adnā allā tartābū illā an takụna tijāratan ḥāḍiratan tudīrụnahā bainakum fa laisa 'alaikum junāḥun allā taktubụhā, wa asy-hidū iżā tabāya'tum wa lā yuḍārra kātibuw wa lā syahīd, wa in taf'alụ fa innahụ fusụqum bikum, wattaqullāh, wa yu'allimukumullāh, wallāhu bikulli syai`in 'alīm"Artinya “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai berutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakkan apa yang akan ditulis itu, dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah keadaannya atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu. Jika tak ada dua orang lelaki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan memberi keterangan apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak menimbulkan keraguanmu. Tulislah muamalahmu itu, kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, jika kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan yang demikian, maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” QS. Al-Baqarah [2] 282.وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ ۚ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ Bacaan latinnya "Wa ing kuntum 'alā safariw wa lam tajidụ kātiban fa rihānum maqbụḍah, fa in amina ba'ḍukum ba'ḍan falyu`addillażi`tumina amānatahụ walyattaqillāha rabbah, wa lā taktumusy-syahādah, wa may yaktum-hā fa innahū āṡimung qalbuh, wallāhu bimā ta'malụna 'alīm"Artinya “Jika kamu dalam perjalanan dan bermuamalah tidak secara tunai sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang oleh yang berpiutang. Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya utangnya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu para saksi menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” QS. Al Baqarah [2] 283.Orang yang berutang lazimnya dalam kondisi sulit. Dengan demikian, pemberi utang dilarang meminta tambahan pembayaran atau bunga dalam pelunasan utang. Bunga utang tergolong dalam kategori riba. Hal itu tergambar dalam sabda Rasulullah SAW “Tiap-tiap piutang yang mengambil manfaat atau semacamnya termasuk dari beberapa macam ribā,” Baihaqi.Akan tetapi, jika orang yang berutang memberi tambahan sebagai rasa terima kasih karena sudah ditolong, hal itu diperbolehkan. Misalnya, seseorang yang berutang kemudian ia mengembalikannya sebanyak tidak tergolong riba. Tambahan pemberian ini harus dengan syarat sukarela dan bukan dalam bentuk bolehnya memberi dengan ikhlas saat pengembalian utang tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW “Sesungguhnya sebaik-baik kamu ialah ketika membayar utang [dengan tepat waktu]." Abu Hurairah kemudian berkata ”Rasulullah SAW telah berutang hewan, kemudian beliau bayar dengan hewan yang lebih besar dari hewan yang beliau utang itu". Rasulullah bersabda 'Orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang dapat membayar utangnya dengan yang lebih baik'," Ahmad dan Tirmidzi.Sementara itu, orang yang memberi utang dianjurkan untuk menyedekahkan utangnya, baik itu sebagian atau seluruhnya, sebagaimana tergambar dalam Al-Baqarah ayat 280. Pemberian itu dinilai sebagai sedekah yang berpahala besar di sisi Allah ayat 282, Allah SWT memerintahkan orang yang bertransaksi utang-piutang untuk melakukan pencatatan agar tidak lupa. Manfaat pencatatan utang lainnya adalah untuk mengklaim apabila salah satu pihak mangkir dari utang tersebut. Untuk menghindari hal-hal tak diinginkan, transaksi utang juga sebaiknya mendatangkan dua saksi laki-laki. Jika tidak ada, saksinya dapat berupa satu laki-laki dan dua perempuan untuk bersaksi atas proses utang-piutang ayat 283 menjelaskan jika utang itu tak ditulis, hendaknya ada barang jaminan yang diberikan kepada orang yang berpiutang. Apabila dalam waktu tertentu utang itu tak dikembalikan, barang jaminan menjadi hak milik orang berpiutang. Dilansir laman Dompet Dhuafa, utang adalah perkara berat tanggung-jawabnya dalam Islam. Saking beratnya, seseorang yang meninggal masih memiliki utang, keluarganya harus melunasi utang tersebut untuk meringankan hisabnya di hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya [di hari kiamat nanti] karena di sana [di akhirat] tidak ada lagi dinar dan dirham,” Ibnu Majah.Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya,” Tirmidzi.Sementara itu, orang yang sejak awal berutang berniat untuk tidak melunasinya, maka ia dikategorikan sebagai pencuri karena mengambil harta yang bukan haknya.“Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah [pada Hari Kiamat] dalam status sebagai pencuri,” Ibnu Majah. - Sosial Budaya Kontributor Cicik NovitaPenulis Cicik NovitaEditor Abdul Hadi
ADVERTISEMENT Di dalam Al-Quran juga mengingatkan kepada semua muslim bahwa uang haram, seperti halnya riba, tidak ada kebaikan di dalamnya seperti yang tercantum pada surat Al-Baqarah ayat 276 yang artinya: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat
Ilustrasi Alkitab. Foto PixabayIbrani 13 ayat 5 adalah salah satu ayat yang termuat dalam Surat kepada Orang Ibrani dalam Perjanjian Baru di Alkitab. Ayat ini ditempatkan di bawah perikop "Nasihat dan Doa Selamat" dalam keseluruhan umum, Ibrani 13 ayat 5 berisi nasihat sekaligus peringatan agar manusia belajar mencukupi diri dan menjauh dari sifat yang membuatnya menjadi hamba uang sendiri berarti keserakahan atau ketamakan. Dalam ajaran Kristen, ketamakan dapat menjauhkan seseorang dari Tuhan. Untuk lebih memahaminya, simak bunyi Ibrani ayat 5 lengkap dengan maknanya bagi umat Kristen dalam artikel 13 Ayat 5Ilustrasi Ibrani 13 ayat 5 dalam Alkitab. Foto PixabayUang merupakan bagian dari kebutuhan manusia agar bisa hidup sejahtera di dunia. Sayangnya, tak sedikit orang yang terlalu mencintai uang dan malah melupakan siapa yang memberikannya, yaitu rasa cinta terhadap uang dapat menjerumuskan manusia pada hal-hal duniawi. Karena cinta uang berarti telah menggeser Allah dari hatinya. Hal itulah yang diperingatkan dalam Ibrani 13 ayat 5. Dalam ayat ini disebutkan"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.""Mengutip buku Mutiara Kebenaran Surgawi oleh Daud Wira Wijaya Mulya, Ibrani 13 ayat 5 menjelaskan bahwa uang sebenarnya tidak jahat, tetapi cinta uang itulah yang bisa berakhir jadi kejahatan. Seharusnya bukan uang yang memperhamba manusia, melainkan manusialah yang menguasai faktanya, banyak orang yang berhasil dikuasai uang dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, sekalipun cara itu bertentangan dengan ajaran-ajaran yang termuat dalam mencegahnya, Ibrani 13 ayat 5 menegaskan bahwa manusia harus mencukupi dirinya. Bersyukurlah atas apa yang dimiliki, karena dalam perlindungan Tuhan, manusia dapat senantiasa hidup dengan berkat-Nya. Tuhan tidak akan meninggalkan hamba-Nya dan akan menolong mereka di Alkitab tentang UangIlustrasi membaca Alkitab. Foto PixabaySelain Ibrani 13 ayat 5, ada beberapa ayat Alkitab yang membahas tentang uang dan pengaruhnya bagi umat Kristen. Berikut di antaranya1. 1 Timotius 610"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."2. Filipi 411-12"Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan."3. Mazmur 3716-17"Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik; sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orang-orang benar." 2822"Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan."5. Amsal 234-5"Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali."Apa maksud dari Ibrani 13 ayat 5?Apa yang dimaksud dengan hamba uang?Mengapa kita tidak boleh menjadi hamba uang?

Iniadalah 5 ayat Alkitab tentang uang 1 Filipi 4:19 Dan Tuhan saya akan memenuhi semua kebutuhan Anda sesuai dengan kekayaannya yang mulia dalam Kristus Yesus. jika Anda telah menjalani banyak kehidupan sama sekali, Anda mungkin sadar bahwa menaruh kepercayaan Anda pada ekonomi, majikan Anda, atau rekening bank Anda bukanlah ide yang baik

Sumber / 7 September 2016 Budhi Marpaung Official Writer Uang adalah alat tukar resmi yang sebagian besar manusia di dunia ini gunakan. Dengan uang, kita bisa membeli atau mendapatkan sesuatu. Menariknya, Alkitab mencatat seputar hal ini. Bukan hanya satu ayat, tetapi ada beberapa. Kiranya ayat-ayat ini bisa menjadi pegangan kita dalam mengatur, mengelola, memperoleh, maupun menggunakannya. Mari kita mulai!1. Filipi 419Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Jika saat ini kehidupan Anda selalu memandang finansial, akun bank sebagai pegangan maka Anda sedang membawa kehidupan Anda dan keluarga ke dalam jurang. Memang untuk saat ini, hal-hal tersebut sepertinya memberikan rasa aman, apa yang Anda butuhkan bisa terpenuhi. Namun, bagaimana dengan satu tahun atau lima tahun ke depan? Itu bisa berubah!Satu yang tidak pernah berubah di dunia adalah kesetiaan Tuhan. Saat Dia berkata Dia akan memenuhi segala keperluan Anda, itu benar adanya. Mau di masa perekonomian bagus atau buruk, kehidupan Anda terjamin!2. Maleakhi 310Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Dibutuhkan iman untuk memulai memberikan mengembalikan persepuluhan. Memang ada beberapa gereja atau bahkan teolog, pendeta yang tidak mengharuskan untuk mempraktikan ini karena dianggap persepuluhan adalah kebiasaan pada zaman perjanjian lama. Akan tetapi, dari pengalaman saya dan banyak orang yang saya kenal, memberikan mengembalikan persepuluhan itu adalah sebuah ujian yang membuahkan hasil dan kita pun semakin mengandalkan Dia sebagai 1 Timotius 610Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai dukaAyat ini seringkali disalahpahami oleh beberapa orang. Penulis surat Rasul Paulus tidak menyatakan bahwa uang adalah akar kejahatan. Cinta akan uanglah sumber dari kejahatan. Jadi, tidak ada yang salah dengan Anda memiliki uang di bank satu miliar rupiah atau berjuta-berjuta Kisah Para Rasul 2035Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Memberi itu membuat kita merdeka, sedangkan menimbun justru akan menjebak kita Yakobus 52. Memberi mengubah kehidupan orang lain Yohanes 316. Memberi membawa rahmat kepada kita Lukas 638. Memberi memungkinkan kita memiliki harta di surga Matius 1921. Memberi sungguh menyenangkan – kita harus ada di dalam hal tersebut. 5. Amsal 227Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang bebas dari hutang itu sangatlah luar biasa indahnya. Memang bukan hal mudah bila Anda dan keluarga sedang berada disituasi ini. Namun, mulailah sedikit demi sedikit membayarnya. Butuh usaha keras untuk setia mengerjakan, tetapi ketika kebebasan itu Anda dapatkan maka Anda akan menyadari bahwa hal tersebut setimpal. Sumber Halaman 1
ayat alkitab tentang uang haram
. 142 391 209 125 399 440 259 170

ayat alkitab tentang uang haram